Posted by Unknown | Sabtu, 12 Juli 2014 |
Posted in
Beasiswa,
Berita,
Pendidikan
KIM Singonoyo (Desa Sukorejo) -
Desa Klompok jadi Kampung Jamur, Sukorejo Jadi Kampung Mebel.
"Minimal perangkatnya dulu budidaya jamur, kalau sudah terbukti nanti baru masyarakat. Pasalnya rencananya kedepan Klampok dijadikan kampung jamur," kata Kharissudin.
Ia mengakui, di Klampok baru hanya ada seorang saja petani jamur. Namun setelah adanya perlombaan yang diselenggarakan BPMPD, Desa Klambok mengikuti kegiatan tersebut dengan mengambil tema petani jamur.
Meskipun pemerintah Kabupaten belum pernah ada yang menyambanginya, tetapi ia tidak berkecil hati. "Pemkab belum pernah kesini, hanya pemerintah desa saja," ujarnya kepada blokBojonegoro.com.
Kharisudin mengatakan pernah diundang Camat Kalitidu untuk memberikan seminar kepada masyarakat Kalitidu yang gagal menjadi petani jamur suskses. Selain itu ia juga sudah menciptakan tulisan cara pembuatan baglog hingga pemanenannya.
"Saya tidak takut disaingi, karena semakin banyak petani jamur bisa mampu mencukupi kebutuhan jamur di Kabupaten Bojonegoro. Serta mewujudkan Klampok sebagai kampung jamur," pungkasnya.[zid/ang] klampok Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro akan dijadikan pusat budidaya jamur. Warga di tujuh RT didorong untuk membudidayakan jamur.
"Minimal perangkatnya dulu budidaya jamur, kalau sudah terbukti nanti baru masyarakat. Pasalnya rencananya kedepan Klampok dijadikan kampung jamur," kata Kharissudin.
Ia mengakui, di Klampok baru hanya ada seorang saja petani jamur. Namun setelah adanya perlombaan yang diselenggarakan BPMPD, Desa Klambok mengikuti kegiatan tersebut dengan mengambil tema petani jamur.
Meskipun pemerintah Kabupaten belum pernah ada yang menyambanginya, tetapi ia tidak berkecil hati. "Pemkab belum pernah kesini, hanya pemerintah desa saja," ujarnya kepada blokBojonegoro.com.
Kharisudin mengatakan pernah diundang Camat Kalitidu untuk memberikan seminar kepada masyarakat Kalitidu yang gagal menjadi petani jamur suskses. Selain itu ia juga sudah menciptakan tulisan cara pembuatan baglog hingga pemanenannya.
"Saya tidak takut disaingi, karena semakin banyak petani jamur bisa mampu mencukupi kebutuhan jamur di Kabupaten Bojonegoro. Serta mewujudkan Klampok sebagai kampung jamur," pungkasnya.[zid/ang] (Blok Bojonegoro)
( Kemdikb/ES)
Posted by Desa Sukorejo | Jumat, 04 Juli 2014 |
Posted in
Berita,
Bojonegoro,
KIM Singonoyo,
MPK

KIM Singonoyo (Desa Sukorejo) - Tiga toko di Jl Teuku Umar, Kelurahan Kadipaten, Kota Bojonegoro, ludes dilalap si jago merah sekitar pukul 24.00 WIB. Kebakaran yang diduga terjadi akibat korsleting itu baru bisa dipadamkan satu jam kemudian setelah dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro datang.
Berdasarkan keterangan warga, kebakaran yang meludeskan seluruh bangunan hingga nyaris tak tersisa itu terjadi saat mereka tertidur lelap. Warga terbangun karena dikejutkan oleh bunyi sirine mobil damkar yang datang ke lokasi kebakaran. "Ada tiga toko, semuanya ludes," kata satu warga di lokasi kejadian.
Hambali (34) salah seorang pemilik toko ponsel yang ikut terbakar menjelaskan, dirinya mendengar tokonya terbakar dari temannya. "Saya ditelepon bahwa toko saya terbakar," ucapnya. Mendengar hal itu, warga Gang Sedeng, Kelurahan Kepatihan ini langsung bergegas menuju lokasi. Bahkan, ia melihat api sudah membesar sementara barang-barang di dalam toko belum sempat diselamatkan.
Sebelum mobil damkar tiba di lokasi kebakaran, ia dibantu warga sudah berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya. Beruntung mobil damkar milik pemkab itu segera tiba dan berhasil menjinakkan api. Selain toko milik Hambali, dua toko lainnya yang ikut terbakar adalah penjual stiker, VCD dan helm serta sebuah toko roti.
"Api pertama kali dari toko stiker milik Iwan, kemungkinan korslet," kata Hambali. Polisi sendiri masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Sedangkan kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai ratusan juta karena semua bangunan ludes beserta isinya.
Sumber : Blok bojonegoro
Posted by Desa Sukorejo | Rabu, 02 Juli 2014 |
Posted in
Berita,
Bojonegoro,
Himbauan,
KIM Singonoyo,
Safari Ramadhan,
SKPD,
Spanduk
KIM Singonoyo (Desa Sukorejo) - Untuk menghormati dan mejaga kesucian bulan Ramadhan, Bupati Bojonegoro, Drs. H. Suyoto, M.Si mengeluarkan himbauan kepada seluruh Kepala Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), Badan Usaha Milik Negara (BUMD) dan Camat se Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. (Ly)
Diantaranya berisi agar memasang spanduk himbauan untuk menjaga bulan suci Ramadhan yang diletakkan di masing-masing area kantor pemerintahan. Selain itu juga jajaran instansi di bidang ketertiban umum agar terus mengadakan operasi gabungan memberantas penyakit sosial seperti Pekerja Seks komersial (PSK) operasi perjudian, minuman keras dan penyakit masyarakat lainnya.
Selain kepada para Kepala SKPD, para pelaku usaha di Bojonegoro, khususnya usaha makan atau restauran juga diminta untuk memasang tutup tabir saat berjualan di siang hari. Sementara itu, untuk pengusaha hiburan seperti Play station, billiyard diminta baru membuka usahanya selepas sholat tarawih.
Sumber : Kanal Bojonegoro
Posted by Desa Sukorejo | Selasa, 01 Juli 2014 |
Posted in
Berita,
Bojonegoro,
KIM Singonoyo,
Lowongan Kerja,
Pengumuman,
RSUD,
Sukorejo
 |
| Web RSUD : www.rsudsosodoro.com |
KIM Singonoyo (Desa Sukorejo) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoema Bojonegoro Jawa Timur, hari ini (1/7/2014) mengumumkan pembukaan penerimaan pegawai non PNS untuk umum. Dalam pengumumannya, disebutkan terdapat sebanyak 52 kebutuhan tenaga kontrak untuk tahun 2014 ini.
Dalam melakukan proses seleksi administrasinya, pihak RSUD Sosodro berkerja sama dengan Universitas Airlangga (Unair). Dalam melakukan rekruitmen tersebut terdapat 8 tahapan yang akan dilakukan, yakni:
- 01/7/2014, Tahapan Pengumuman
- 02-19/7/2014, di Surabaya, Tahapan Seleksi Administrasi
- 23/7/2014, Tahapan Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi
- 09/08/2014, di Pendopo Malowopati, Tahapan Test Tulis
- 16/8/2014, Tahapan Pengumuman Test Tulis
- 23/8/2014, Tahapan Test Psikologi
- 06/9/2014, Tahapan Test Wawancara
- 13/9/2014, Tahapan Pengumuman Akhir
Sementara itu, secara umum persyaratan yang diberlakukan adalah, pelamar harus membuat surat lamaran yang ditujukan kepada Direktur RSUD R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Lamaran juga menyertakan curricullum vitae dan foto copy tanda pengenal yang masih berlaku, dengan usia maksimal 35 tahun pada Juli 2014 ini.
Selain itu, foto copy ijazah terakhir, pas foto berwarna ukuran 4×6 sebanyak 4 lembar dan lampiran surat pernyataan bermaterai tentang kebenaran dokumen juga menjadi persyaratan utama.
Berikut adalah formasi dalam rekuritmen pada tahun 2014 ini:
1 orang lulusan S1 Kesehatan Masyarakat untuk Pengolah data dan Lab (DT)
1 orang lulusan S1 Kesehatan Masyarakat untuk Administrator Kesehatan Bidan (AD)
5 orang lulusan D3 Kebidanan untuk Bidan (BD)
14 orang lulusan D3 Keperawatan untuk posisi Perawat (PR)
2 orang lulusan D3 Rekam Medik untuk posisi Perekam Medik (RM)
2 orang lulusan D3 Radiodiagnostik & Radiotrapi untuk menjadi Radiografer(RD)
2 orang lulusan D3 Gizi untuk menjadi Nutrisionis (NT)
2 orang lulusan D3 Analis Kesehatan untuk posisi Pranata Laboratorium (LB)
2 orang lulusan D3 Analis Kesehatan atau D1 Teknik Transfusi Darah untuk menempati posisi Teknisi Transfusi (TR)
2 orang lulusan D3 Farmasi untuk menjadi tenaga Teknis Farmasi (TF)
2 orang lulusan SMF untuk menjadi tenaga Teknis Farmasi (TF)
1 orang lulusan D3 Kesehatan Lingkungan untuk menjadi Sanitarian (SN)
1 orang lulusan D3 Teknik Elektromedik untuk menjadi tenaga Teknik Elektromedik (EL)
1 orang lulusan D3 Akuntansi/Pajak untuk menjadi tenaga Pengelola Jasa (JS)
3 orang lulusan D3 Pariwisata/Perhotelan untuk menjadi Resepsionis (RS)
1 orang lulusan SMK untuk menjadi Teknisi Listrik LT)
2 orang lulusan SMK untuk menjadi Pemelihara Bangunan (BG)
1 orang lulusan SMK TKJ untuk menjadi Instalator Jaringan (IT-1)
1 orang lulusan SMK TKJ untuk menjadi Teknisi TI (IT-2)
1 orang lulusan SLTA + Sertifikat Komputer sebagai Pelaksana Sterilisasi/CSSD (CS)
5 orang lulusan SLTA + Sertifikat Komputer sebagai Administrasi Umum (ADM)
Seluruh berkas lamaran dimasukkan ke dalam amplop coklat dengan mencamtumkan kodenya pada pojok kanan atas. Dikirim ke P.O BOX 1414 SB 60014, paling lambat pada 12 Juli 2014 (cap pos). Rekruitmen tersebut tidak dipungut biaya, untuk keterangan lebih lanjut dapat mengunjungi website RSUD Sosodoro Djatikoesoema.
Bentuk Surat Pengumuman Resminya Sebagai berikut :
Posted by Desa Sukorejo | Jumat, 27 Juni 2014 |
Posted in
Berita,
Bojonegoro,
KIM Singonoyo,
Pembangunan,
Pertamanan,
Wisata
KIM Singonoyo (Desa Sukorejo) - Seiring dengan geliat pembangunan Kabupaten Bojonegoro yang telah dimulai pada Tahun 2014. Meliputi Pembangunan Masjid Agung Darussalam, Kantor Pemkab Bojonegoro dan GOR Bojonegoro. Alun-alun Bojonegoro pun?akan di lakukan Perombakan / Perubahan untuk menyelaraskan dengan Pembagunan Masjid Agung Darussalam dan Kantor Pemkab Bojonegoro.
Konsep yang diterapkan pada perubahan desain Alun-alun meliputi : Pergantian pagar menjadi pagar tanaman hidup, Pembuatan Jalur Paskibraka, Pelebaran Area Parkir, dan Jalan Penghubung antara Kantor Pemkab Bojonegoro dengan Masjid Agung Darussalam.
Berikut kami tampilkan perubahan desain lama Alun-alun Bojonegoro
Berikut Desain Alun-alun Bojonegoro yang Baru
Pada tahun 2014 akan dilaksanakan perubahan pada Pagar menjadi Pagar Tanaman Hidup.
Sumber : www.dinaskp.bojonegorokab.go.id
Posted by Desa Sukorejo | Kamis, 12 Juni 2014 |
Posted in
Berita,
Bojonegoro,
Sukorejo,
WTN
KIM Singonoyo (Desa Sukorejo) __ Maju selangkah lagi, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur berhasil melalui tahapan pertama dalam penilaian Wahana Tata Nugraha (WTN) di tingkat nasional.
Penghargaan WTN adalah penghargaan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia kepada kota/kabupaten yang mampu menata transportasi publik dengan baik. Penghargaan ini diberikan setiap tahun, tahun ini akan diberikan pada saat Ulang Tahun Perhubungan 17 September 2014.
Saat ini, Kabupaten Bojonegoro memasuki penilaian tahap II yang meliputi penilaian teknis dan operasional sarana prasarana lalu lintas dan pelayanan masyarakat.
Tidak semua peserta di tingkat kabupaten/kota dapat melewati tahap pertama ini, hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Bojonegoro sudah memenuhi kriteria di tahap I yakni kelengkapan administrasi/data-data perencanaan, pendanaan, kelembagaan, peraturan hingga prasarana lalu lintas dan lingkungan.
Untuk penilaian WTN sendiri, akan dilaksanakan pada 19 Juni 2014 yang akan dinilai oleh tim dari propinsi. Beberapa ruas jalan yang akan dinilai ada 10 jalan di seputar kota. Yakni jl. A. Yani, Jl. Gajah Mada, Jl. Untung Suropati, Jl. Basuki Rahmad, Jl. Sawunggaling, Jl. Pemuda, Jl. Panglima Sudirman, Jl. dr. Soetomo, Jl. Diponegoro dan Jl. AKBPM. Soeroko. Selain itu, beberapa titik lainnya seperti Terminal Rajekwesi dan kelengkapan sarana prasarana lalu lintas.
Posted by Desa Sukorejo | |
Posted in
Berita,
Bojonegoro,
Desa,
Kesehatan,
PKK,
Sukorejo
KIM Singonoyo (Desa Sukorejo) - Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 23/Menkes/SK/I/2013 tentang Pemberian Imunisasi Difteri Pertusis Tetanus/ Hepatitis B/Haemophilus Influenza type B. Kepmenkes tersebut menyebutkan pelaksanaan pemberian imunisasi DPT-HB-Hib di Indonesia akan dilakukan secara bertahap, tahap 1 meliputi wilayah Jawa Barat, DI Yogyakarta, Bali, dan Nusa Tenggara Barat pada Juli 2013, Tahap kedua pada Maret 2014 di 10 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jateng, Jatim, Sumut, Sumsel, Babel, Jambi, Lampung, dan Sulsel, dan tahap 3 akan diimplementasikan ke seluruh provinsi di tanah air.
Menindak lanjuti Keputusan Menteri Kesehatan Repiblik Indonesia tersebut Ibu-ibu PKK Desa Sukorejo Bojonegoro pagi ini 12/06/2014 jam 09.00 WIB di Balai Pertemuan Desa Sukorejo Bojonegoro mengadakan pertemuan dengan Tema Sosialisasi Persiapan Imunisasi Pentavalen.(ctr/ly)
Konsep dari Pelaksanaan Imunisasi DPT-HB-Hib adalah :
- Sama seperti iminusasi rutin yang telah dilaksanaka sebelumnya di Posyandu
- Sasaran yang mendapat DPT -HB-Hib adalah :
- Bayi baru yang belum pernah kontak imunisasi DPT-HB atau baru dua bulan umurnya.
- Balita usia 18-36 bulan sesuai tanggal lahirnya dengan interval sudah 12 bulan dari DPT-HB3.
Penyakit yang dapat dihindari dengan imunisasi pentavalen antara lain :
Difteri: Penyakit difteri disebabkan bakteri Corynebacterium Diphtheriae. Difteri mudah menular, menyerang terutama saluran napas bagian atas, dengan gejala demam tinggi, pembengkakan amandel (tonsil) dan terlihat selaput putih kotor yang makin lama makin membesar dan dapat menutup jalan napas.
Pertusis: Biasa juga disebut batuk rejan atau batuk seratus hari. Gejala pertusis khas yaitu batuk terus menerus, sukar berhenti, muka menjadi merah atau kebiruan dan muntah kadang-kadang bercampur darah. Batuk pertusis diakhiri tarikan napas panjang dan dalam dan berbunyi melengking.
Tetanus: Penyakit tetanus berbahaya karena mempengaruhi sistem urat saraf dan otot. Gejala tetanus diawali dengan kejang otot rahang (trismus atau kejang mulut), pembengkakan, rasa sakit dan kejang di otot leher, bahu atau punggung. Kejang-kejang segera merambat ke otot perut, lengan atas dan paha.
Penyakit hepatitis B disebabkan virus hepatitis B (VHB), anggota family Hepadnavirus. Virus hepatitis B menyebabkan peradangan hati akut atau menahun, yang pada sebagian kasus berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Hepatitis B telah menjadi endemik di Tiongkok dan berbagai negara Asia. Juga Penyakit Hib yang merupakan penyakit radang selaput otak (meningitis) pada anak di bawah 5 tahun. Meningitis menyebabkan kerusakan otak dan medulla spinalis. Hib juga menyebabkan pneumonia, infeksi berat di tenggorokan, infeksi pada persendian, tulang dan selaput jantung, bahkan kematian.
Posted by Desa Sukorejo | Selasa, 10 Juni 2014 |
Posted in
Air Terjun,
Berita,
Bojonegoro,
Wisata
KIM Singonoyo (Desa Sukorejo) __ Di ujung selatan Bojonegoro Jawa Timur, tepatnya di Kecamatan Gondang, tebing batu setinggi 8 meter yang berada di tengah kawasan hutan itu tak jarang menjadi tujuan para backpacker. Air terjun yang menjadi pelengkap wisata alam di Desa Krondonan, merupakan daya tarik utama tempat itu.
Air terjun bojonegoroMenuju lokasi air terjun tersebut, sangat cocok bagi para petualang, melewati hutan jati, jalanan setapak, kawasan pedesaan, hingga jalan terjal berbatu besar adalah rute yang cukup menantang.
Ada dua nama yang melekat untuk menyebut kawasan tersebut, Air Terjun Krondonan dan Air Terjun Kedung Gupit. Hingga saat ini belum ada nama resmi untuk lokasi air terjun yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari jarak 1,5 km tersebut, tentunya ini adalah daya tarik bagi wisatawan petualang.
Pengunjung dapat sekedar menikmati suasana segar, ataupun berkemah di tempat tersebut. Untuk menuju lokasi tempat yang cukup eksotis tersebut, ada beberapa jalur yang dapat dilalui.
Jalur Menuju Air Terjun
Menggunakan jalur ini, jarak antara air terjun dengan pemukiman penduduk hanya 200 meter, bila berangkat dari Kota Bojonegoro, kita harus ke arah Kecamatan Sekar dengan mengambil jalur lewat Paldaplang (sampai disini GPS masih bisa berfungsi). Setelah dari Paldaplang, cari arah yang menuju Desa Atas Angin dan SDN Klino II. Dari SDN Klino tersebut, praktis harus dilanjutkan dengan berjalan kaki, kira-kira 50 meter di belakang bangunan sekolah tersebut.
Bila ingin perjalanan yang lebih seru, rute yang dapat diambil adalah melalui SMP Krondonan, saat berada di Kecamatan Gondang, hampir semua warga mengetahui letak gedung SMP ini. Rute ini, mutlak harus dilalui dengan berjalan kaki menyusuri sungai dan lereng-lereng perbukitan. Jarak antara gedung SMP dengan lokasi air terjun adalah sekitar 1,5 km dan harus berjalan kaki.
Mendaki perbukitan dan melalui hutan serta sungai kecil, merupakan petualangan yang sangat mengasyikkan, tak ada papan nama, tak ada fasilitas modern di lokasi tersebut. Warga yang ramah memungkinkan semua pengunjung dapat menitipkan kendaraan ataupun mobilnya, air terjun ini sangat menarik saat memasuki musim penghujan.
Posted by Desa Sukorejo | |
Posted in
Berita,
Bojonegoro,
Kemarau,
Pengairan,
Pertanian
KIM Singonoyo (Desa Sukorejo) __ Anggota Himpunan Pengguna Air (HIPPA) Bojonegoro Jawa Timur mengikuti sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) No. 18 tahun 2012 tentang pemberdayaan petani pemakai air. Kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Setyo Hartono ini dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Dander, Senin (26/5/2014) pagi.
Menurut Setyo, penggunaan air harus diatur dengan bijaksana, lantaran permasalahan soal air dinilai sebagai pemicu masalah di lapangan. “Oleh karena itu, pembagian air ini harus benar-benar diatur dengan cermat dan sistematis untuk kepentingan bersama,” katanya.
Menurutnya, wilayah Bojonegoro memiliki kontur tanah yang unik dan rawan mengalami kekeringan. “Saat musim penghujan, air yang mampu
diserap hanya mencapai 15 persen saja, selebihnya lewat saja dan menjadi banjir bandang,” ujarnya saat membuka acara.
Dalam kesempatan ini, Setyo juga menyampaikan masalah kontrak kerja HIPPA dan modul kerjasama yang harus mempunyai pedoman jelas. Yakni mengikuti dan tak boleh bertentangan dengan aturan yang ada.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pengairan Pemkab Bojonegoro, Edy Susanto mengaku pengelolaan air di Bojonegoro telah dijalankan dengan
baik. Hal ini dibuktikan dengan dilibatkannya HIPPA dalam kegiatan pengelolaan air.
“Pembagian air ini telah berjalan semaksimal mungkin. Secara umum pengelolaan air di Bojonegoro sudah baik dan ini akan terus dipertahankan,” katanya.
Posted by Desa Sukorejo | Sabtu, 07 Juni 2014 |
Posted in
APBD,
Berita,
Bojonegoro,
Desa,
Sukorejo
KIM Singonoyo (Desa Sukorejo) __ Penyelenggaraan urusan pemerintahan desa yang menjadi kewenangan desa didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa), bantuan pemerintah dan bantuan pemerintah daerah. Penyelenggaraan urusan pemerintah daerah yang diselenggarakan oleh pemerintah desa didanai dari APBD. Penyelenggaraan urusan pemerintah yang diselenggarakan oleh pemerintah desa.
Sumber pendapatan desa terdiri atas:
- Pendapatan Asli Desa, antara lain terdiri dari hasil usaha desa, hasil kekayaan desa (seperti tanah kas desa, pasar desa, bangunan desa), hasil swadaya dan partisipasi, hasil gotong royong.
- Bagi hasil Pajak Daerah Kabupaten/Kota.
- Bagian dari Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah.
- Bantuan keuangan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan.
- Hibah dan sumbangan dari pihak ketiga yang tidak mengikat.
- Pinjaman desa.
APB Desa terdiri atas bagian Pendapatan Desa, Belanja Desa dan Pembiayaan. Rancangan APB Desa dibahas dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa. Kepala Desa bersama BPD menetapkan APB Desa setiap tahun dengan Peraturan Desa.
Posted by Desa Sukorejo | Jumat, 06 Juni 2014 |
Posted in
Berita,
Bojonegoro
KIM Singonoyo (Desa Sukorejo) __ Setelah Menteri Koordinator (Menko) Ekonomi, Hatta Rajasa, kini giliran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (MenParekraf), Mari Elka Pangestu yang mengunjungi Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim).
Sesuai jadwal, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekref) Mari Elka Pangestu, siang ini (13/3/2014) tiba di Bojonegoro. Dalam salah satu rangkaian kunjungannya, Mari Elka diajak mengunjungi sentra kerajinan kayu jati di Sukorejo Kota Bojonegoro.
Ada yang unik dalam kunjungan tersebut, Bupati Bojonegoro, Drs H Suyoto MSi, memilih menjamu kunjungan Mari Elka dengan menjadi abang becak. Tampak Kang Yoto, begitu biasa dipanggil, mengayuh becak, sementara Mari Elka menjadi penumpangnya. Kang Yoto mengantar Mari Elka melihat proses pembuatan meubel di Sukorejo yang telah menembus pasar Internasional ini.
Guyuran gerimis tak menghalangi peristiwa unik tersebut, dalam berbagai kesempatan, Kang Yoto memang selalu tampak mempunyai spontanitas yang membuat kegiatan formil menjadi lebih luwes.
Sebelumnya diberitakan, Mari Elka bakal memulai lawatannya dengan mengunjungi Agrowisata Belimbing di Desa Ringinrejo, Kecamatan Kalitidu. Diperkirakan, rombongan akan tiba di Bojonegoro pada siang (13/3/2014) hari.
Mari Elka bakal bermalam di Bojonegoro setelah mengunjungi desa wisata di Jono, Temayang. Yang kemudian dilanjutkan pada keesokan paginya (14/03/2014) di ruang Anglingdharma, kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
Disitu, akan digelar Ngobrol Budaya, yang rencananya juga bakal dihadiri oleh Tim Pelangi dan Bentar Budaya (Kompas). Diperkirakan Ngobrol Budaya tersebut bakal rampung sebelum waktu sholat Jum’at.
Posted by Desa Sukorejo | |
Posted in
Berita,
Bojonegoro
KIM Singonoyo (Desa Sukorejo) - Rombongan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), tiba di Desa Jono, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) sekitar pukul 20:00 (13/3/2014), disambut alunan hadrah serta riuhnya reog, rombongan singgah di rumah Kepala Desa setempat untuk makan malam.
Setelah makan malam, rombongan melanjutkan perjalanannya menuju sanggar dengan berjalan kaki. Tak henti-hentinya Menteri Parekraf, Mari Elka Pangestu, menyapa ratusan warga dari penjuru desa yang berjejer di sepanjang jalan desa tersebut.
Rombongan sempat berhenti melihat tari jaranan yang disiapkan di desa wisata tersebut. Mari Elka beberapa kali bertepuk tangan saat melihat penampilan seniman-seniman desa di atas panggung sederhana tersebut.
Rombongan melanjutkan perjalanannya menuju sanggar, ratusan warga telah berada di lokasi. “Kami persilahkan ibu Menteri dan Bapak Bupati beserta rombongan untuk meninjau stand pameran,” suara sambutan dari pengeras suara saat rombongan memasuki halaman sanggar.
Saat berada di stand-stand yang diletakkan pada sudut halaman, Mari Elka langsung menghampiri pengrajin batik tulis dan mencoba melukis batik menggunakan canting yang ada. Di lokasi itu sendiri, tampak dipamerkan 4 lukisan karya seniman Bojonegoro, stand batik tulis, batik cap, serta stand baju batik khas Bojonegoro.
Sebelumnya, Mari Elka berkesempatan untuk mengunjungi sentra industri kerajinan kayu jati di Desa Sukorejo, Kota Bojonegoro dan di Kasiman. Selain itu, bersama Bupati Bojonegoro rombongan menteri juga telah mengunjungi kawasan agrowisata Blimbing di Desa Ringinrejo, Kalitidu. (*/mcb)
Posted by Desa Sukorejo | |
Posted in
Berita,
Bojonegoro
KIM Singonoyo (Desa Sukorejo) – Masalah penyebaran akses informasi berbasis Tekhnologi Informasi (TI) salah satu kendala yang sering disuarakan oleh warga Bojonegoro adalah mengenai belum terjangkauya wilayah mereka oleh sinyal internet.
Menjawab hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro Jawa Timur, melalui Dinas Komunikasi dan Informartika (Kominfo) telah dan akan segera meluncurkan sejumlah program. Diantaranya adalah pada tahun 2015 nanti, sebanyak 250 desa akan mendapat sinyal wifi gratis dari Kominfo Bojonegoro.
Saat ini, Pemkab juga telah bekerjasama dengan pihak operator untuk menyebarkan 1.000 wifi di seluruh penjuru Bojonegoro, namun diakui hal tersebut masih belum dapat memuaskan masyrakat, terutama yang ada di pelosok-pelosok.
Sementara itu, soal penggunaan anggaran desa untuk pengembangan program TI, khususnya internet, Kusnandaka mengatakan bahwa sebenarnya hal itu merupakan hak dan kewenangan penuh dari pemerintah desa.
Menambahkan hal itu, Kasiyanto, Camat Balen, menegaskan bahwa penggunaan anggaran desa untuk pengembangan program TI di desa adalah diperbolehkan. “Itu mutlak boleh, karena ada mekanisme perumusan APBDes, yang harus diperhatikan adalah sebaiknya program tersebut berkelanjutan,” katanya. (*/mcb)
Posted by Desa Sukorejo | Kamis, 05 Juni 2014 |
Posted in
Berita,
Bojonegoro,
BPD,
Jajanan Tradisional,
Karang Taruna,
LINMAS,
LPMD,
Mebelair,
PKK,
RT dan RW,
Souvenir Kayu Jati
Bojonegoro (Media Center) – Bertempat di Kantor Kecamatan Balen, Bojonegoro Jawa Timur, tahapan pendampingan untuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Berbasis TI digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Komunikasi dan Informartika (Kominfo).
Menurut Kasiyanto, selaku Camat Balen, hendaknya hal ini menjadi momentum untuk menularkan ilmu tambahan bagi warga Balen khususnya dan kecamatan-kecamatan lainnya. “Ini kebetulan KIM dari Balen adalah perangkat desa dari Sidobandung, jadi nanti bisa gethok tular ke warganya,” katanya saat membuka acara (5/6/2014).
Dihadiri oleh perwakilan KIM dari 5 Kecamatan, pendampingan kali ini adalah yang terakhir kalinya. Diantaranya adalah dari Semenpinggir yang mewakili Kecamatan Kapas, dari Desa Sukorejo mewakili KEcamatan Kota, Desa Sidobandung yang mewakili Balen, dan dari Trucuk serta Sugihwaras.
Pelaksanaan pembinaan KIM ini merupakan rangkaian persiapan untuk mengikuti lomba di tingkat Provinsi Jawa Timur. “KIM berbasis TI itu sejalan dengan fungsi dari Kominfo, diantaranya adalah menyebarluaskan informasi secara elektronika, dulu ada Kelompencapir dan saat ini media informasi sudah bertambah oleh adanya internet,” ujar Kusnandaka Tjatur saat memberikan sambutannya.
Dengan diselenggarakannya pendampingan ini, sekaligus menandakan dimulianya lomba KIM berbasis TI di Wilayah Kerja (Wilker) 6, nantinya akan dipilih satu KIM terbaik guna mewakili Wilker 6 untuk berkompetisi di grand final bersama wakil-wakil dari 5 Wilker lainnya.(*/mcb)