Posted by Unknown | Senin, 30 Juni 2014 |
Posted in
Bojonegoro,
Holtikultura,
Kapas,
KIM Singonoyo,
Lumbung pangan,
Melon,
Pertanian
KIM Singonoyo (Desa Sukorejo) - Kemarau
tiba, petani Desa Ngampel Kec. Kapas mencoba mencari peruntungan dengan
menanam Melon. Sesuai dengan himbauan yang dikeluarkan oleh Dinas
Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terkait komoditas
tanaman yang dianjurkan saat musim kemarau tiba yaitu antara lain jagung, melon, ketimun dan krai sejumlah petani menanggapinya dengan
bermacam reaksi. Dan beberapa Petani di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas memilih
untuk menanam melon selain mudah setelah musim panen selesai lahan bekas tanam melon struktur tanah sangat cocok untuk tanaman cabai.
"Melon
gampang ngeramute mbak, tur yo ra butuh banyu akeh, pupuk'e yo arang2
ae ngene kie, sak bare melon lemahe yo pas diiciri lombok" kata mbah man sambil memondong pupuk yang akan sisebar
pagi ini 30/6/14.
Pertanian di
Desa Ngampel sendiri kurang lebih seluas 2 hektar telah ditanami buah
melon. Dimana usianya beragam, ada yang sudah 3 minggu ada yang baru
dua minggu seperti tanamannya mbah Man. Tanaman melon akan mulai berbuah
setelah sekitar 20 hari dan buah tersebut akan mengalami pertumbuhan
selama kurang lebih 60 hari baru benar2 siap pangan.(ly)
Posted by Desa Sukorejo | Sabtu, 28 Juni 2014 |
Posted in
Bayam,
Bojonegoro,
Ekonomi,
Holtikultura,
Kapas,
KIM Singonoyo,
Lumbung pangan,
Pertanian
KIM Singonoyo (Desa Sukorejo) - Sejak 2 tahun terakhir di Desa Semenpinggir, Kecamatan Kapas, Bojonegoro budidaya tanaman bayam mulai digerakkan kembali oleh Kebun Sayur Bergizi Posyandu (KSBP) Mawar. Tanaman tersebut di Desa Semenpinggir sendiri telah menjadi salah satu komoditas yang ditanam oleh hampir semua warga yang kemudian pemasarannya selain kepada warga masyarakat desa sekitar juga sampai ke kota tetangga. "Budidaya bayam ini sangat menguntungkan," kata Joko Fariyanto, SH, selaku Kepala Desa (Kades) setempat. Ia menjelaskan bahwa tanaman bayam selain menguntungkan juga mudah perawatannya.
KSBP Mawar sendiri dikelola oleh Tim Penggerak PKK Semenpinggir yang diluncurkan oleh Mahfudhoh Suyoto selaku Ketua Tim Penggerak (TP PKK) Kabupaten Bojonegoro. KSBP Mawar memiliki program utama menumbuhkan minat masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan menjadi lahan produktif, diantaranya dengan budidaya bayam. Sengaja dipilih bayam, karena selain perawatannya yang mudah, waktu untuk memanen bayam cukup singkat, yakni 36 hari setelah penanaman.
Sumber : Kim Lahan Hijau
Posted by Desa Sukorejo | |
Posted in
Bojonegoro,
Ekonomi,
Holtikultura,
KIM Singonoyo,
Lumbung pangan,
Pengairan,
Pertanian,
Sukosewu
KIM Singonoyo (Desa Sukorejo) - Mahfud, salah satu petani di desa kalicilik memang patut diacungi jempol. Tanaman yang dia tanam, tidak seperti umumnya yang ditanam oleh sebagian besar petani selama ini. Menanam Melon memang belum terbiasa dilakukan oleh Mahfud ataupun para petani,di daerah sekitarnya. Sehingga langkah dia untuk menanam melon terbilang cukup berani dan spekulatif. Minimnya pendapatan dari hasil tani yang ia dapat selama ini menjadi alasan, mengapa ia beralih tanam ke melon,meskipun resiko yang dipikulnya juga besar. Langkah yang dilakukan oleh Mahfud ini,cukup mendapat apresiasi dari perangkat desa setempat. H Solikin ketika di tanya tentang hal ini mengatakan ," Petani sekarang memang harus pandai-pandai mencari terobosan-terobosan baru biar tidak ketinggalan"

Di zaman modern sekarang ini, petani memang dituntut untuk inovatif untuk mencari terobosan-terobosan baru baik dalam hal jenis tanaman maupun cara bercocok tanam,agar tidak ketinggalan dengan perkembangan. Petani harus mampu meningkatkan kualitas hasil tanamnya agar mampu bersaing di pasaran. Apalagi menjelang AFTA ( ASEAN Free Trade Area ), di mana produk dari seluruh negara ASEAN bebas keluar masuk. Jika kualitas hasil tanam kita kurang memadai maka secara otomatis akan tersisih di pasaran.
Sumber : Kim Tirta Brumbung
Posted by Desa Sukorejo | Jumat, 13 Juni 2014 |
Posted in
Bojonegoro,
Holtikultura,
Pembangunan,
Pertanian,
Taman,
Wisata
KIM Singonoyo (Desa Sukorejo) __ Tema holtikultura, dipilih oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur sebagai desain dasar Taman Rajekwesi. Berlokasi di eks Terminal Rajekwesi, taman tersebut juga disebut sebagai taman inovasi yang direncanakan selesai pada akhir 2015.
Menurut Nurul Azizah, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Bojonegoro, saat ini proses realisasi Taman Rajekwesi sudah pada tahap tender dan pada Agustus nanti mulai dilakukan pembangunan.
Taman dengan luas 6.400 meter persegi ini bertema khas Bojonegoro, bahkan beberapa bangunan yang terdapat di taman ini akan dibangun dengan bentuk buah-buahan yang merupakan komoditi unggulan di Bojonegoro. Bangunan berupa buah Belimbing, Jambu biji, salak hingga jambu air. Selain itu, di lokasi Taman Rajekwesi ini akan ditanami dengan jenis-jenis tanaman yang beragam, dan dilengkapi dengan plaza, joging track, hingga panggung hiburan.
Tak hanya membangun Taman Rajekwesi, DKP Bojonegoro juga melakukan pembangunan Alun-alun kota Bojonegoro. Kedua proyek ini dijadwalkan tuntas dalam waktu yang bersamaan.