Headlines

Menfungsikan kembali Trotoar untuk pejalan kaki

Posted by Desa Sukorejo | Jumat, 04 Juli 2014 | Posted in , , , , , ,

Trotoar Jl. Ahmad Yani
KIM Singonoyo (Desa Sukorejo) - Akhir-akhir ini Pemkab Bojonegoro mengoptimalkan pembangunan Trotoar. Pasalnya, trotoar yang seharusnya untuk pejalan kaki, beberapa tahun terakhir beralih fungsi menjadi lahan parkir kendaraan bermotor para pemilik toko juga sebagai tempat pedagang kaki lima. Sehingga para pejalan kaki terpaksa berjalan di bagian jalan.

Kondisi itu sebenarnya sangat membahayakan pejalan kaki. Sebab bisa saja terjadi kecelakaan terhadap mereka. “Trotoar itu sebenarnya berguna untuk melindungi pejalan kaki dari resiko kecelakaan,” jelas Bambang Polisi yang kebetulan kami temui menertibkan Lalin di Pertigaan Veteran. Beliau juga menambahkan, pejalan kaki kini tersingkirkan dengan keberadaan pedagang yang berjualan di trotoar dan parkir kendaraan roda roda dua di trotoar jalan yang berada di pusat kota.

Beliau berharap, Pemkab Bojonegoro benar-benar serius menangani permasalahan itu. Dan membuat program nyata untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai sarana bagi pejalan kaki.

"Ya alhamdulillah akhir-akhir ini Pemkab sudah mulai mengoptimalkan pembangunan Trotoar, Seperti di Jalan Veteran, Basuki Rachmad dan beberapa Jalan di Pusat Kota" Sambungnya. (ly)


Trotoar Jl. Veteran
Trotoar Jl. Ahmad Yani

Rancangan Bangunan Setinggi 8 Lantai dilengkapi helipad

Posted by Desa Sukorejo | Rabu, 02 Juli 2014 | Posted in , , , , , , , ,

KIM Singonoyo (Desa Sukorejo) - Meski Bulan Ramadhan Pembangunan gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro Jawa Timur masih tampak terlihat. Berbagai alat berat dengan suara khasnya masih terus beroperasi. Gedung Pemkab Bojonegoro sendiri, rencananya bakal direhabilitasi total dengan menggunakan konsep pelayanan satu atap. Telah dipersiapkan rancangan bangunan setinggi 8 lantai yang dilengkapi dengan helipad (tempat pendaratan helikopter) diatasnya. Dimana warna oranye dengan tekstur berupa motif batik, tampak mendominasi desain eksterior Gedung Pemkab yang baru nantinya. Yang juga akan terdapat 1 ruang TI untuk mempercepat pembangunan. Yang tercetus setelah Pemkab melakkan kunjungan ke gedung Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) di Jakarta. Dimana Pemkab berkesempatan untuk melihat sistem berbasis TI, terutama mengenai sistem administrasi. (Ly)

Pembangnan tersebut dimulai dari pembongkaran, membuat sejumlah kantor yang berada di kompleks tersebut harus dipindah tempatkan, diantaranya adalah Dinas ESDM yang dipindah ke bekas Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) yang ada di selatan tribun alaun-alun. Kemudian Kantor Bagian Perlengkapan harus menempati bekas Kantor Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD). Sementara itu, kantor BLH menempati gedung bekas Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang ada di sebelah barat pasar Kota Bojonegoro.

Tim Penilai WTN melakukan Penilaian di Bojonegoro

Posted by Desa Sukorejo | Rabu, 18 Juni 2014 | Posted in , , , , ,


KIM Singonoyo (Desa Sukorejo) - Bojonegoro, Tim penilai Wahana Tata Nugraha hari ini, Rabu (18/6) pagi tadi saat bertemu dengan Bupati Bojonegoro menyampaikan beberapa hal yang harus mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro khususnya dalam pengelolaan angkutan darat di kota ledre ini. Tim penilai yang terdiri dari berbagai elemen yakni Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Propinsi Jawa Timur, dan kalangan akademisi menyampaikan beberapa hal terkait pengelolaan transportasi angkutan darat dan lalu lintas di Bojonegoro. Tim yang setelah melakukan pantauan dilapangan menjelaskan ada beberapa pembenahan yang segera ditindaklanjuti yakni kesadaran dan partisipasi masyarakat masih rendah. Salah satunya diindikasikan dengan penggunaan trotoar yang didominasi oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL). Karena sesuai dengan aturan bahwa trotoar adalah difungsikan untuk pejalan kaki bukan untuk aktifitas perdagangan. Selain itu penataan parkir dinilai masih jauh dari kata rapi. Dua hal ini harus segera mendapatkan tindak lanjut salah satunya dengan melibatkan para PKL dan siapapun yang berkompeten didalamnya.

Hendra salah seorang anggota Tim penilai ketika dikonfrimasi sejumlah awak media menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat masih rendah dan ini menjadi catatan penting yang harus ditindak lanjuti oleh SKPD dan instansi terkait. Ada beberapa peningkatan yang ditunjukkan oleh pemkab Bojonegoro yakni adanya penambahan rambu-rambu jika dibanding tahun sebelumnya serta beberapa item lain untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas dibeberapa ruas jalan di Bojonegoro. Dijelaskan berdasarkan peraturan Menteri dan direktorat jenderal perhubungan tentang kriteria penilaian Wahana Tata Nugraha (WTN) ada beberapa hal yang hal yang harus ditindak lanjuti Pemkab Bojonegoro yakni diantaranya ketertiban parkir, rambu lalu lintas, penertiban trotoar dari kegiatan PKL serta tiang iklan maupun reklame yang kurang berish dan terawat berikut pula penataannya. Hanya saja jika dibandingkan tahun sebelumnya Kabupaten Bojonegoro sudah banyak peningkatan diantaranya adalah adanya marka jalan dibeberapa ruas jalan protokol. Beberapa hal ini harus dipertahankan dan ditingkatkan untuk tahun-tahun kedepan.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Bojonegoro, Iskandar, beberapa waktu yang lalu menyampaikan bahwa perbaikan sarana dan prasarana tengah digiatkan oleh pemkab Bojonegoro diantaranya penambahan dan pengadaan rambu lalu lintas, marka jalan, kawasan tertib lalulintas, trafic light dan zona keselamatan sekolah. Menurut Iskandar, ATCS, speed trap juga menjadi hal penting yang diperhatikan, meskipun pamasangan speed trap beberapa kali mendapat protes dari masyarakat. Dijelaskan Speed trap dibeberapa jalan protokol sebagai bentuk keamanan pengguna jalan guna meminimalisir kecelakaan yang diakibatkan oleh kecepatan laju kendaraan. Dari 15 halte bis yang akan dibangun ditahun 2014 ini, baru delapan yang dibangun sedangkan sisanya masih dalam lanjutan pengerjaan. Dalam kesempatan ini Iskandar menyampaikan bahwa 10 ruas jalan yang akan masuk dalam penilaian WTN ini diantaranya adalah Jalan Ahmad Yani, Jl. Gajah Mada, Jalan Untung Suropati, Jalan Basuki Rahmad, Jalan Sawunggaling, Jalam Pemuda, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Dr. Sutomo, Jalan Diponegoro dan Jalan AKBPM Soeroko Bojonegoro. Guna memantau kepadatan jalan raya, Dinas Perhubungan juga sudah memasang CCTV dibeberapa titik lokasi diantaranya Jalan Ahmad Yani, Jetak dan Proliman Kapas. Pemasangan CCTV ini nantinya akan membantu kelancaran dan menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan. Dinas perhubungan juga memfungsikan ATCS yang dipasang di dua lokasi yangkni simpang tiga Jl. Rajekwesi dan Untung Suropati serta Simpang Empat Sumbang. Semuanya dikendalikan dan dipantau dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro. (humas)

Profil KIM Singonoyo

Demokrasi Terbaik Dunia

Sosial Media

KIM Singonoyo Semakin Bersinar

Laporkan...!!!